(Sabtu/22/01) Rombongan pimpinan PKS Kota Pekalongan bersilaturahim ke PCNU Kota Pekalongan di Jl. Sriwijaya. Turut hadir juga 3 anggota dewan dari fraksi PKS dalam pertemuan ini.
Pada pengantar acara yang penuh kekakrabaan tersebut PKS menegaskan tujuan kedatangan adalah untuk meminta masukan dan saran.
"Kita di sini ingin lebih banyak mendengarkan masukan dari Pak Kyai semua. Barangkali ada banyak hal yang perlu diperbaiki, atau juga bisa disinergikan." Kata Rois Rahma Fathoni, Ketua PKS Kota Pekalongan.
Pimpinan NU Pekalongan menyambut baik kehadiran PKS. Sebagai Ormas terbesar NU terbiasa menerima banyak kunjungan baik dari kalangan parpol maupun lembaga lainnya.
Di antara petuah yang disampaikan adalah agar masing-masing dari pimpinan baik NU maupun PKS, khususnya di Pekalongan agar bersama mengemong warganya sehingga terwujud kondusifitas baik di dunia media sosial maupun di dunia nyata.
"Kita itu yang di depan harus pandai-pandai ngemong warga kita masing-masing. Warga bagi NU, konstituen bagi PKS. Dunia media sosial saat ini begitu gencar dan bebas. Kalau kitanya tidak bisa ngemong warga/konstituen kita agar memahaminya dengan bijak, bisa bertengkar baik di medsos maupun dalam kenyataan." Kata KH Muhtarom, Ketua PCNU Kota Pekalongan.
Dalam acara tersebut, PKS dan NU memiliki pandangan yang sama bagaimana cara memahami politik praktis. Masing-masing sependapat bahwa agenda lima tahunan hendaknya tidak menjadikan hubungan keakraban yang sudah terjalin erat, yang sudah dirajut sekian lama rusak gara-gara pemilu.
Pak Kyai menekankan agar yang sudah sama tak perlu dibeda-bedakan. Lebih baik mencari banyak kesamaannya.
"Yang sudah sama, tidak usah dibeda-bedakan. Kita sama-sama membimbing umat. Sama-sama ngurusi warga masyarakat, tujuannya menciptakan kondusifitas lingkungan dan masyarakat. Anfaauhum linnas."
Di sela acara, salah satu perwakilan dari warga NU menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan dari PKS. Beliau minta tolong agar PKS menyampaikan kepada pemerintah kota Pekalongan untuk menggratiskan biaya berobat di puskesmas.
"Minta tolong pak, disampaikan ke pemerintah agar biaya puskesmas digratiskan. Karena masih banyak warga yang kurang mampu walaupun hanya bayar 10rb. Minta juga agar limbag batik di wilayah selatan, kradenan, dipikirkan juga pak. Limbah di sana sudah sangat memprihatinkan bagi kesehatan warga."
Aspirasi tersebut ditanggapi langsung oleh Pak Mungzilin sebagai anggota dewan, beliau menyatakan siap untuk menindaklanjutinya.
"Terimakasih atas aspirasinya pak. Kita terus memperjuangkan harapan tentang regulasi limbah batik pak. Hanya saja, tidak cukup hanya anggota dewan, butuh duduk bersama banyak pihak." Tegas Mungzilin.
Sebelum akhirnya pertemuan ditutup, pimpinan NU kembali memberikan apresiasinya atas silaturahim hari itu. Juga kembali menekankan pentingnya saling memahami dan saling menjaga kondusifitas warga jamaah NU maupun konstituen PKS. [Nw]